Mitra - LHP Mitra - LHP Per Mesin



Flowchart




Tahapan


Admin Produksi melakukan Login ke Odoo





Admin Produksi click menu Mitra





Admin Produksi click menu LHP/Mitra dan pilih sub menu LHP Per Mesin





Admin Produksi pilih dokumen yang akan diinput (Dokumen Draft). Dalam kasus ini akan diguankan dokumen dengan nomor EVA/170420/03





Admin Produksi click Edit untuk melakukan inputan





Pada proses melakukan inputan terbagi menjadi 2, yaitu Produk dan Mitra 


Berikut adalah tampilan yang harus diisi oleh Admin Produksi pada bagian Produk (terbagi menjadi 4 gambar)


Produk - Gambar 1 



Produk - Gambar 2



Produk - Gambar 3



Produk - Gambar 4 




Berikut adalah penjelasan dari setiap nomor (Bagian Produk) yang harus diisi oleh Admin Produksi :


  1. Absensi (refresh)

merupakan absen terhadap tim produksi yang bersangkutan. Ketika Admin Produksi ingin mengisi form LHP Per Mesin, langkah pertamanya adalah dengan click refresh (berwarna biru) pada absen supaya mitra dapat terlihat


  1. Sisa bahan sebelum (refresh)

merupakan sisa bahan dari produksi sebelumnya. Sama seperti absensi, Admin Produksi diharuskan click refresh (berwarna biru) supaya sisa bahan sebelumnya dapat terlihat dan ini dapat mempengaruhi kalkulasi yang terdapat pada nomor 21-24 dibawah


  1. Tambahan Mixing (Kg)

merupakan tambahan bahan mixing untuk keperluan produksi (dalam satuan Kg)


  1. Pakai Bekuan (Kg)

merupakan bekuan dari hasil produksi yang digunakan kembali untuk keperluan produksi (dalam satuan Kg)


  1. Retur Bahan (Kg)

merupakan pengembalian bahan dari produksi karena berlebih (dalam satuan Kg)


  1. Sisa Bahan Setelah (Kg)

merupakan sisa bahan hasil produksi (dalam satuan Kg)


  1. Counter Sebelum

merupakan kondisi counter mesin sebelum dilakukan produksi


  1. Counter Sesudah

merupakan kondisi counter mesin sesudah dilakukan produksi


  1. Counter Remark

merupakan kondisi counter saat terjadi sesuatu


  1. Multiplikasi Counter

merupakan berapa banyak cetakan dalam satu counter


  1. Output Produksi

merupakan produk yang dipilih dalam satu produksi


Dalam Output produksi terdapat beberapa filed yang harus diisi oleh Admin Produksi, antara lain (No. 12 - 16) :


  1. NG P (prs)

merupakan not good (produk BS) dari produksi (dalam satuan prs/sepasang)


  1. GR Tali (g)

merupakan Gramatur tali dari produksi (dalam satuan Gram)


  1. GR Ckrg Tali (g)

merupakan Gramatur cangkrang tali dari produksi (dalam satuan Gram)


  1. GR Tlpk (g)

merupakan Gramatur telapak dari produksi (dalam satuan Gram)


  1. GR Ckrg Tlpk (g)

merupakan Gramatur cangkrang telapak dari produksi (dalam satuan Gram)


  1. Hasil Cangkrang (fisik) (Kg)

merupakan Cangkrang (berbentuk fisik) hasil produksi (dalam satuan Kg)


Sebelumnya terdapat Hasil Cangkrang (rumus) (Kg), berikut adalah perhitungannya :

[(Hasil produksi + BS Produksi) x (gramatur cangkrang tali + telapak)] + [(BS Produksi x (Gramatur tali+telapak)] + "Hasil Sandal Tidak Sepasang"


  1. Hasil Sandal Tidak Sepasang (Kg)

merupakan produk yang tidak sepasang dari hasil produksi (dalam satuan Kg)


  1. Hasil Bekuan (Kg)

merupakan bekuan dari hasil produksi (dalam satuan Kg)


  1. Hasil Bekuan Kotor (Kg)

merupakan bekuan kotor (bekuan yang tercampur oleh oli dll) dalam satuan Kg



Untuk nomor 21 - 24 merupaka perbandingan yang sudah otomatis by system. Namun berikut perbandingan maualnya


  1. Perbandingan Bahan (Fisik Cangkarang)


Pemakaian Bahan (Fisik)

terdapat pada bagian Input Bahan (diabawah No. 6 jika di gambar)


Pemakaian Bahan (Gramatur)

[(Hasil Produksi Tanpa BS x (Gramatur Tali + Telapak)] + Hasil Cangkrang FISIK + Hasil Sandal Tidak Sepasang + Hasil Bekuan + Hasil Bekuan Kotor


Selisih

Pemakaian Bahan (Fisik) - Pemakaian Bahan (Gramatur)


Apabila hasil selisih + maka pemakaian bahan fisik lebih  

Apabila haisl selisih -  maka pemakaian bahan fisik kurang


Presentase Susut (%)

Selisih / Pemakaian Bahan (Fisik) * 100




  1. Perbandingan Bahan (Rumus Cangkrang)


Pemakaian Bahan (Fisik)

terdapat pada bagian Input Bahan (diabawah No. 6 jika di gambar)


Pemakaian Bahan (Gramatur)

[(Hasil Produksi Tanpa BS x (Gramatur Tali + Telapak)] + Hasil Cangkrang RUMUS + Hasil Bekuan + Hasil Bekuan Kotor


Selisih

Pemakaian Bahan (Fisik) - Pemakaian Bahan (Gramatur)


Apabila hasil selisih + maka pemakaian bahan fisik lebih  

Apabila haisl selisih -  maka pemakaian bahan fisik kurang


Presentase Susut (%)

Selisih / Pemakaian Bahan (Fisik) * 100



  1. Total Produksi


Total Produk

Total penjumlahan qty produk yang terdapat pada nomor 11


Total NG Produksi

Jumlah NG Produksi / (NG / Total Produk x 100)


Total NG (NG P + NG L)

(Jumlah NG Produksi + NG Lolos) / (NG / Total Produk x 100)


NG by counter

Total Counter - Total Hasil Produksi


Selisih NG

NG by Counter - NG Produksi - NG Lolos



  1. Informasi SDM


Total Personel Lama

Jumlah mitra Operator dan Assembler


Total Personel Baru

Jumlah Assembler Non-Eselon


Produktivitas

Hasil Produksi / Jumlah Mitra / Normal Durasi Operasi (Jam)



Selanjutnya adalah tampilan yang harus diisi oleh Admin Produksi pada bagian Mitra




Berikut adalah penjelasan dari setiap nomor (Bagian Mitra) yang harus diisi oleh Admin Produksi :


  1. Operator

merupakan orang yang mengoperasikan mesin cetakan


  1. Assembler

merupakan orang yang menyatukan beberapa komponen dari hasil cetakan


  1. Assembler Non-eselon

sama seperti assembler (nomor 2) hanya saja tidak terikat pada tim yang bersangkutan


  1. Borongan 1/2 hari

merupakan operator/assembler yangmasuk hanya 1/2 hari (upahnya berbeda)


  1. Multiplikasi Cetakan

merupakan banyaknya cetakan dalam satu sub-jendela


  1. Sub Jendela

merupakan bagian jendela didalam sebuah jendela. Biasanya dalam satu jendela terdapat 2 Sub Jendela


  1. Normal Durasi Operasi (Jam)

merupakan durasi produksi pada satu mesin


  1. Waktu Hilang

merupakan waktu ketika mesin berhenti produksi karena beberapa masalah terjadi


  1. Keterangan (Jam)

Keterangan apabila terdapat catatan pada saat produksi


  1. Bersih

merupakan kebersihan dari sebuah produk


  1. Rapih

merupakan kerapihan dari sebuah produk



Berikut adalah contoh dari pengisian LHP Per Mesin untuk Admin Produksi








Setelah pengisian data pada LHP Per Mesin seperti contoh diatas, maka selanjutnya Admin Produksi Save dokumen tersebut. Kemudian Admin Produksi click Confirm pada pojok kiri atas.




Status Dokumen berubah menjadi Process 




Selanjutnya adalah tugas dari SPV Produksi


SPV Produksi melakukan Login ke Odoo





SPV Produksi click menu Mitra





SPV Produksi click menu LHP / Mitra dan pilih sub menu LHP Per Mesin





SPV Produksi pilih dokumen dengan status Process yang akan di Approve (dalam kasus ini adalah dokumenn dengan nomor EVA/170420/S/03)





SPV Produksi dapat click Approve jika menyetujui dokumen dan Not Approve untuk menjadikan dokumen sebagai Draft (direvisi kembali oleh Admin Produksi). Pada kasus ini, SPV Produksi Approve dokumen, namun tidak bisa karena LPB dan QC masih status Draft





Status Dokumen tetap menjadi Process karena  LPB dan QC masih status Draft





Apabila LPB (Modul Inventory -  Plant - LPB - Laporan Penyerahan Barang) dan QC (Modul QC - QC Produksi - QC Produksi) sudah Approved maka dokumen LHP Per Mesin akan dapat Approve  oleh SPV Produksi


Tanda LPB dan QC Approved



SPV Produksi dapa click Approve pada dokumen yang bersangkutan dan dokumen berubah menjadi Approved (masih menggunakan contoh dokumen nomor EVA/170420/S/03 )





Selesai



Created with the Personal Edition of HelpNDoc: Write eBooks for the Kindle